Pernah gak kalian berada di tempat yang tepat, waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu?.
Pernah gak kalian berada di titik terendah dalam hidup, tapi dihadirkan seseorang untuk mengeluarkan dari sisi terburuk itu?.
Pernah terbayangkan, akan jadi sosok seperti apa orang tersebut yang berhasil menyelamatkannya?.
Aku ingin bercerita, kali ini tentang eskim yang berhasil diselamatkan oleh seseorang yang dia harap bisa menjadi pemberhentian terakhir, namun malah menjadi batu karang yang menggores kakinya saat melompat untuk mengarungi bersama. Kisah ini bermula saat eskim berada pada circle yang toxic dan entah bagaimana caranya bisa keluar dari lingkaran itu. Lalu takdir mempertemukan mereka di waktu yang tepat dan suasana yang tepat untuk saling bergantung. Eskim bergantung untuk masalahnya sedangkan sosok itu bergantung pada hal lainnya ke eskim. Jadilah hubungan itu seperti simbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Keberhasilan eskim keluar dari hubungan toxic itu membawa pada lembaran baru bersama sosok itu.
Awal mula hubungan itu berjalan lancar dengan banyak tujuan bersama mencapai ridha-Nya. Lalu tahun berganti tahun semakin lama sosok itu mulai mengeluarkan taringnya. Yang terlihat awalnya bisa menjaga ternyata melakukan hal yang serupa. Siapa menyangka, penyelamat bisa menjadi seorang penjahat. Terjadilah eskim yang kian hari hanya menjadi korban hubungan mutualisme menjadi parasitisme itu. Setelah terkuak kabar eskim rupanya Pemilik memberinya jalan untuk melihat taring dan pedang dibelakang punggung penyelamatnya yang kini bergelar penjahat itu.
Setelah dirincikan betapa eskim dirugikan luar dan dalam yang tidak biasa, dari dalam ia rapuh secara mental dan di luar hampir dihancurkan finansial nya. Eskim memang berusaha menyelesaikan semuanya sendirian karena tidak ingin terlihat kacau. Tetapi takdir berkata lain, ia hanya individu kecil yang butuh bantuan individu lain. Akhirnya ia memilih menerima uluran tangan datang dari orang terdekatnya dan keluarga. Meski aku yakin eskim mendapat cukup kekecewaan dari orang terdekatnya, namun eskim berhasil mendapat kekuatan untuk menghadapi penjahat.
Awal permulaan trik penyelesaian masalah eskim bersama tim suksesnya adalah mereka berhasil mengadakan pertemuan diskusi untuk menyelesaikan apa yang terjadi, saat itu aku menyaksikan eskim menjadi sosok kuat dan tegar yang tidak menggebu-gebu padahal dihadapannya adalah sosok penyelamatnya yang kini adalah seorang penjahat. Walau bertahun lamanya ia dimanfaatkan oleh penjahat, tetapi eskim berhasil menjadi sosok yang hebat di pertemuan itu. Tak kalah hebatnya negosiator malam itu aku menyaksikan sebuah perundingan yang dewasa, tanpa kekerasan dan tanpa saling menjatuhkan yang seperti sering terjadi di khalayak ramai.
Aku menjadi saksi eskim sudah upgrade diri menjadi sosok baru yang tak terkalahkan, yang siap menuju kehidupan baik didepan sana. Aku menjadi saksi juga sang negosiator sudah banyak menemui momen serupa sehingga menjadi sosok yang tak pernah aku temui sebelumnya. Selain itu aku menyaksikan bagaimana sosok keluarga eskim yang pedih atas apa yang dirasakan eskim selama ini, tetapi tetap kuat dan terus membela eskim dengan caranya sendiri.
Benar kata mereka, seburuk-buruknya kita keluarga tidak akan pernah membuang kita dan menjadi garda terdepan untuk membela. Kisah eskim kali ini mendatangkan banyak pembelajaran bagiku. Bahwa ternyata penyelamat pun berpotensi menjadi penjahat jika ada kesempatan dan dia memanfaatkan kesempatan itu. Seseorang pernah berkata: "Setiap manusia berpotensi menjadi penyebab sakit hati untuk manusia lainnya, aku kamu bahkan orang lainpun bisa merasakannya."
Maka dari itu, bersikaplah sewajarnya dalam menjalin interaksi, saling menguntungkan boleh tetapi tidak berlebih karena dapat menumbuhkan sikap rakus. Menjadi baik itu penting sekali, karena kita tidak pernah tau dimasa mendatang siapa yang akan membantu kita saat berada di posisi tidak baik-baik saja. Jangan takut berbuat baik di zaman yang semakin tidak baik ini. Tetap teguh pada prinsip kebaikan hidup dan tetap berserah kepada Pemilik. Karena kita tidak pernah tahu pada momen apa kita akan diambil Pemilik dari lingkungan kita saat ini. Saat kita menjadi korban tetap tegar dan jangan menyerah, Pemilik pasti akan mendatangkan bala bantuan yang tidak pernah kita snagka-sangka sebelumnya. Jika suatu saat ternyata kita malah menjadi penjahat minta maaflah, bertobatlah dan akui kesalahan dengan penuh tanggung jawab. Jangan pernah kabur dari masalah baik untuk korban atau pelaku. Seseorang pernah berkata :"Kalau kita kabur dari masalah saat ini, maka kita tidak berhasil melalui ujian dari Pemilik saat ini padahal tujuannya baik untuk kita. Maka dimasa mendatang, kita akan dipertemukan dengan ujian yang serupa sampai kita bisa menghadapinya."
Komentar
Posting Komentar