Tentang Berbeda



 


*
Katanya berbeda untuk saling melengkapi.
Katanya berbeda untuk bisa saling memahami.
Katanya berbeda untuk saling mendampingi dan mengisi satu sama lain. 


       Yaaa, begitulah keyakinan yang selalu eskim tanamkan dalam dirinya. Gak mesti serupa, untuk bisa bersama. Berbedapun bisa untuk saling melengkapi, memahami, mendampingi dan mengisi satu sama lain menuju tujuan yang sama. 


Tapi.... 

     Kenyataannya berbeda dengan teori yang eskim tahu. Saat eskim mengenalnya, ia sangat berbeda jauh dengan dirinya. Eskim dengan senang hati, menerima kehadirannya. 


*

*

      Tidak terasa hari demi hari, bulan demi bulan eskim coba tetap jalani bersama. Tanpa terasa perbedaan mereka yang begitu jauh membuat eskim semakin minder akan bisa berada selalu didekatnya. Eskim selalu merasa ia yang salah selalu mencoba memaksa menjalani ini semua, padahal perbedaan mereka sangat jauh. Bahkan kesukaan mereka saja berbeda jauh. 


*

*

*

      Eskim mulai lelah dengan semua yang terjadi. Tak terasa ia mulai memilih mundur perlahan tanpa bicara. Eskim telah kehabisan tenaga untuk memperjuangkan tujuan yang katanya sama. Karena ia selalu merasa akan tersakiti atau saling menyakiti jika bersama. 


       Baik saling dikomunikasikan atau tidak, eskim menyadari bahwa mereka berdua mungkin dipertemukan hanya untuk saling menyakiti dan saling memberikan pembelajaran yang berarti. 


*

*

*

*

Terima kasih, katanya eskim dalam hati. 

Maaf, yang bisa eskim sampaikan padanya. 

Luka ini akan menjadi kenangan betapa sulitnya menempuh jalan yang salah. 

Luka ini menjadi pembelajaran yang berarti untuk eskim. 

Dan eskim berharap luka ini tidak menambah traumanya dalam menemui pendamping hidupnya kelak nanti. 


         Seharian eskim menangis dengan hebatnya. Dan dikuatkan oleh keadaan juga nasihat baik dari kakaknya. Eskim kini menerima dengan ikhlas dan mulai menyusun kembali potongan hati yang hancur itu. πŸ’”


*

*

*

*

*

        Mulai hari itu eskim meyakinkan dirinya lagi, untuk menghadapi dengan baik dan tetap kuat. Jika sudah tidak bisa menghadapi lagi setelah mencoba berbagai cara, ia harus mengambil resiko untuk pindah mencari lingkungan baru lagi. Supaya bisa bertumbuh dengan lebih berani dan hebat lagi. Senyum dengan lebih lepas lagi tanpa ada perasaan canggung dan tidak enak seperti saat ini. 

πŸ•Š--> 🌩🌦πŸŒ₯🌀☀️=🌞

Mulai hari itu eskim berjanji akan menjadi es yang kokoh lagi, dan menyibukkan diri untuk banyak hal bermanfaat yang sudah lama ia tinggalkan. Eskim harus produktif supaya tidak mengingat luka yang masih mencairkan hatinya. "SEMANGAT YAA AKU". setiap hari eskim selalu mengatakan itu pada dirinya. 


24/11/24

~aif


Komentar