Apakah Ada Yang Salah Dengan Posisinya?

 


Hari yang ternyata begitu melelahkan. Hari yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Hari yang begitu menyulitkan satu pihak dan menguntungkan dipihak lain.
Apakah hari-harinya seperti ini, sangat menyesakkan. Sangat menyebalkan, bahkan sangat memojokkan.

Apa kalian pernah memikirkan apa yg terjadi pada seseorang saat ini adalah berhubungan dengan apa yg dilakukan dan didapatkan mereka di masa sebelumnya?.
Jika ya, berarti kita sama.

Sudah genap 1 tahun Eskim menyelami apa yang pernah dilakukan oleh orang terhebat disisinya. Sudah setahun pula ia menyadari bahwa seperti ada yang sesuatu yang salah pada posisi yang ditempati saat ini.

Bagaimana mungkin stigma tentang satu pihak buruk tetap dipertahankan dan mengedepankan pihak lain tanpa pikir panjang. Bagaimana mungkin seluruh pekerjaan yang berat itu hanya dirasa dan di emban oleh satu orang. Bagaimana mungkin orang yg di beratkan itu bisa bertahan hingga lebih setengah abad lamanya dengan efek samping yang tak terpikirkan sebelumnya.

Hah hidup memang amat mengejutkan ya.
Sampai-sampai baru tersadarkan dengan kenyataan yang ada.
Ingin berteriak tapi tidak punya keberanian di dada.
Ingin marahpun hanya berani dengan kelu tanpa kata.
Demokrasi yang dipelajari di luar sana tak berarti di tempat ia berada.
Atau memang sedari dibentuknya tempat itu tidak ada yang namanya demokrasi dan empati.

Eskim merasakan kesenjangan yang ada, mulanya hanya beranggapan mungkin karena ia masih berpangku tangan sehingga tindakan lainnya semena-mena. Namun, semakin lama ia menyadari setinggi dan seluas apapun pengetahuannya tak berlaku di tempat tersebut.

Bagi mereka meski Eskim hebat di luar sana tetap ada tuntutan dan tanggung jawab di sana yang gk biaa dihindarkan. Gak ada hiburan apalagi bantuan, hanya ada ocehan dan deretan kata panjang ungkapan hati seseorang.

Eskim ingin menyudahi tapi gk ada pilihan lainnya.
Eskim ingin menceritakan tapi gak ada yang bisa di singgahi.
Eskim ingin merubah tatanan yang ada tapi gak semudah membalikkan telapak tangan.

Tuhan, Kau Maha Berkehendak dan Maha Besar. Betapa indah pembelajaran yang ada untuk bekal dimasa depan kemudian.
Izinkanlah Eskim merubah apa yang bisa diubah dengan segala upaya yang ada.
Izinkanlah Eskim menemukan teman yang siap menemani perjalanan merubah tatanan yang salah.
Izinkanlah Eskim memperbaiki luka yang masih menganga di hati orang tercinta.
Izinkanlah Eskim terus mengadu hanya pada Engkau Sang Maha Pemberi Jalan Keluar.

#KisahKita
#Eskim
#CeritaKehidupan

By: aif


Komentar