Projek Literasi

My Project

One Month One Book and One Resume (OMOBOR)



Judul : Paham Sex Sejak Dini
Penulis : RA
Penerbit : Pustaka Taman Ilmu
Tempat / Tahun terbit : Gowa/ 2021
Ukuran / hlm : 32 hlm

Resume Buku
Kekerasan Seksual yang banyak diberitakan sering kali membuat kita yang melihat begedik ketakutan dengan segala judul berita yang dikabarkan. Namun siapa sangka jika hal yang diberitakan itu bisa juga terjadi pada lingkungan di sekitar kita. Untuk itulah penting mengajarkan hal-hal yang dianggap tabu (sex education) pada generasi kita, agar hal-hal yang tak diinginkan dapat dihalau sejak dini.

   Buku ini sangat ringan dibaca, penulis menyajikan banyak artikel dari sumber terpecaya tentang temuan-temuan kekerasan seksual pada anak, yang kian kemari semakin sering disiarkan. Penulis mengutip berbagai sumber tentang bagaimana upaya kita mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak-anak ataupun mencegah anak-anak menjadi pelakunya.

         Dalam buku ini dipaparkan bagaimana cara sex edukasi sejak dini menurut tahap-tahap umurnya menurut Inez Kristanti, M.Psi, seperti :

  1. Usia 1-2 Tahun, menurut apa yang aku pahamin di usia ini dipaparkan pakar untuk mengenalkan kepada anak tentang organ tubuh juga organ kelaminnya disertai dengan nama aslinya agar menormalisasikan topik-topik pembicaraan seksualitas pada anak. Seringkali di lingkungan kita bahkan orang tua kitapun mengajarkan nama organ intim saat kita masih seusia anak-anak dengan sebutan-sebutan halus seperti "Burung", dll. Nah untuk itu perlu pengetahuan nama yang sebeneranya dari orang tua dengan bimbingan yang baik saat penyampaiannya agar anak mengerti topik mana yang dapat dibahas kepada orang tua dan tidak. Pada usia ini juga dapat mengajarkan anak tentang organ-organ tubuh menggunakan nyanyian.
  2. Usia 3-5 Tahun, setelah pada usia sebelumnya anak mengetahui nama sebenarnya organ intim mereka kemudian di usia ini pengenalan apa-apa yang boleh disentuh, yang tidak boleh disentuh oleh orang lain turut diperkenalkan dan diberi pemahaman. Sehingga ketika anak dihadapkan pada seseorang yang hendak menyentuh miliknya dia dapat mengetahui bahwa tindakan itu tidak boleh, dan tidak menutup kemungkinan anak akan menghindari dan kabur.
  3. Usia 5-8 Tahun, pada usia ini anak-anak sudah mulai bersosialisasi dengan temannya peran orang tua dapat memberikan pemahaman tentang peran gender bagaimana menjadi laki-laki dan bagaimana menjadi perempuan.
  4. Usia 8-12 Tahun, pada usia ini anak mulai berkembang menjelang remaja orang tua sebaiknya mulai memberikan pengetahuan soal pubertas dan perubahan-perubahan yang akan terjadi pada anak sebagai bagian dari tumbuh dan berkembang dirinya. Pesan penting juga dapat disampaikan oleh sesama jenis kelamin seperti anak perempuan diberi pemahaman oleh ibu, dan sebaliknya. Namun, tidak menutup kemungkinan jenis kelamin yang berbeda dapat turut serta. Pada masa ini juga anak memiliki ketertarikan hasrat pada seksual, namun akan lebih baik jika ketertarikan pada lawan jenisnya bukan sesama jenis dan hal tersebut dapat diutarakan oleh orang tua. Menjadi orang tua yang friendly sangat dibutuhkan oleh anak saat masa-masa ini, sehingga mereka tidak salah bercerita dan orang tua dapat mengetahui perkembangan anaknya dengan baik.
  5. Usia Remaja diatas 12 Tahun, pada usia ini adalah masa-masa krusial, Pakar (Inez) menjelaskan bahwa orang tua diharapkan menjadi teman sehingga pada usia ini anak sering mendapatkan informasi dan diskusi dua arah. Serta menjadi sumber yang dipercaya mengenai edukasi seks. Pada masa ini juga anak rentan terluka mentalnya, untuk itu perlu memperhatikan tindakan-tindakan.
    Selain dari pendapat diatas, terdapat pula pendapat lain dari Ilmawati terkait pokok-pokok pendidikan seks pada anak antara lain :

  1. Menanamkan rasa malu pada anak. Tanamkan sedari dini, tidak membiasakan anak bertelanjang bulat didepan orang lain meski amsih kecil, dan membiasakan anak untuk menutup bagian sensitifnya.
  2. Menanamkan jiwa maskulinitas bagi laki-laki dan feminitas bagi perempuan.
  3. Memisahkan tempat tidur anak ketika berusia 7-10 tahun. Dipisahkan dari orang tuanya atau dengan saudara yang berbeda jenis kelamin. Pemisahan dari tidur bersama orang tua dilakukan akan menumbuhkan kedasaran untuk mandiri dan kelekatan pada orang tua. Sedangkan pemisahan dari saudara yang berbeda jenis kelamin juga menumbuhkan kesadaran perbedaan jenis kelamin antar keduanya.
  4. Mendidik anak untuk menjaga kesehatan dan kebersihan alat kelamin. Disini anak mulai diajarkan tentang menjaga kebersihan seperti setelah buang hajat harus dibersihkan, buang air atau hajat ditempat yang sudah disediakan, mengetahui tentang najis (toilet training). Sehingga akan tumbuh sikap-sikap baik seperti mandiri, suka kebersihan, disiplin, mengerti etika dalam berhajat.
  5. Yang terakhir disampaikan untuk mengajari anak menjaga pandangan. Jauhkan anak dari gambar atau film-film yang dapat merusak pola pikirnya. 

Maa syaa Allah luar biasa banget dari 1 buku menjadi bekal mendidik anak bertahun-tahun lamanya. Btw buku ini bisa dibaca di Ipusnas yaa : http://webadmin.ipusnas.id/ipusnas/publications/books/177464

#YukGemariMembaca
#Baca1Buku
#BekalMasaDepan

Komentar