Gambaran= Bayangan= Kenyataan




     Sore itu, disaat senja kuning keorenan mulai nampak, eksim mengasingkan diri di sebuah tanah hijau yang lapang, ditemani rumput yang bertebaran. Bersama hembusan angin dan udara kaya akan oksigen. Dan ditemani awan indah berjajar rapi seperti sebuah barisan.

   Lalu, sambil memandangi alam sekitar, ia membayangkan suatu hari nanti, dimana ia tak butuh lagi bermain lepas di pelataran. Tidak melakukan selonjoran santai di rerumputan. Dan mencari pengalaman tanpa ketakutan. Satu lagi mungkin tak perlu lagi mengumpulkan setumpuk harta karun (read: mainan) tanpa ketahuan.

       Pikirnya: "Mungkin nanti seru kali ya, saat aku sudah bukan aku yang sekarang." Sambil melukiskan senyum lebar di wajah menatap kearah awan yang berbaris rapi menyaksikan.

Gambaran bayangan masa dewasa yang indah pernah menjadi kenangan bagi eskim.

      Lalu tetiba ia mulai tersadar, bahwa dahulu ia pernah memimpikan apa yang saat ini sedang ia rasakan, menjadi dewasa yang bisa terbang bebas tanpa dikekang, yang bisa mendobrak ketidaktahuan, dan terus berjalan menuju takdir yang digariskan.

     Namun, bayangan yang pernah menyimpulkan senyuman itu...
Nyatanya, tak seperti dalam bayangan, seperti ilusi fikiran semata.
Nyatanya menjadi dewasa, bukan hanya berdasar pada umur belaka.

         Nyatanya, saat ini ia mulai menyadari betapa masa kanak-kanak adalah masa terindah yang pernah ia rasakan, tak ada penyesalan, penuh keceriaan dan selalu menghadirkan kebahagiaan dalam keseharian.

      Lalu, ia mulai menangisi dalam hati betapa sekarang ia harus berjuang dengan penuh perhitungan, agar bayangan yang pernah ia gambarkan mungkin dapat terealisasikan. Karena baginya, meski hanya bayangan, itu adalah sebuah impian yang harus ia coba realisasikan.

Tulisan yang ditancap dalam hatinya kini, ia harus: "Menjadi dewasa, dengan tetap memunculkan kebahagian bagi dirinya atau orang sekitaran".

#KisahKita
#Eskim
#CeritaKehidupan

By: aif

Komentar