Tentang Pelaut

 




      Terkadang malam yang sepi bisa menjadi penuh arti, saat kita mengevaluasi diri, dari apa yang terjadi. Terkadang hal yang mudah bisa sangat sulit atau hal sulit malah jadi gampang kita lewati. Terkadang diri kita selalu menjadi penghalang atas hal-hal baik yang belum terjadi. Atau menjadi perusak mental diri dan emosi. 

         Tapi tak jarang diri kita sangat berarti dan memiliki keunikan sendiri. Tak jarang dorongan diri untuk terus berjuang sering datang menghampiri.Tak jarang kita melupakan hal terpenting dari diri, bahwa diri menjadi teman terbaik yang tak pernah meninggalkan kita sendiri. Melalui jalan yang panjang, berliku, tajam, menukik, berlubang, berlumpur, dan berbahaya tapi penuh arti. 

           Hmm memang yaa karena sering kali melihat dan berkaca dengan orang lain, membuat kita lupa. Lupa dengan kenyataan yang ada. Bahwa kita berbeda dengan mereka. Kita yaa seperti apa yang terlihat di depan saat berkaca. Bukan kita yang selalu ingin terlihat seperti mereka. 

       Ada hari dimana kita akan merasa apakah yang kita perbuat sudah benar?. Apakah tindakan kita sudah tepat?. Apakah kita akan berhasil menjalaninya hingga tuntas?. Apakah kita akan berhasil keluar dari himpitan masalah yang terjadi?. Apakah kita sekuat seperti apa yang kita inginkan?. Apakah kita sesanggup yang terbayangkan?. Dan banyak pertanyaan Apakah.. Apakah.. Apakah lainnya. 

     Lalu kita mulai tersadar sebuah ungkapan yang tetiba hadir dalam pikiran kacau hari itu. "Seorang Pelaut tak boleh takut melaut bertemu ombak besar dan badai". Lalu mulailah menuliskan kata ajaib yang terinspirasi dari seorang pelaut yang harus kita tancapkan sebagai penyemangat diri. 


~Tulisan Spesial Untuk yang sedang berjuang. 


Kalideres, 23 - 24 Juli 2021

~aif



Komentar