MY PROJECT One Month One Book and One Resume (OMOBOR)
Judul : Kamu Terlalu Banyak Bercanda
Penerbit : PT. Kebahagiaan Itu Sederhana (KIS)
Tempat / Tahun terbit : Jakarta/
Ukuran / hlm : 14,5 x 18 cm / 194 hlm
Penulis : Marchellla FP
Resume buku:
Katanya kamu terlalu banyak bercanda, makannya kamu dibercandain sama takdir.
Mungkin kata yang lumrah di dengar oleh orang-orang yang jarang menampilkan sisi kesedihannya di hadapan orang lain.
Buku ini menyuguhkan kata-kata yang pernah dipendam penulis saat marah, sedih, kesal dan kecewa. Penulis buku best seller NKCTHI ini menamlilkan tulisan ini sebagai bukti sudah siap melepaskan amarah yg pernah hadir dan disimpann bukan, bukan untuk dikirim kemasa depan melainkan dikirim ke tahun ini untuk menjadi pembelajaran menuju tahun depan.
Jika kalian pernah merasa dan mendapat cibiran sama seperti penulis "Terlalu banyak bercanda" tenang kalian gk sendiri dan ucapan itu bukan menjadi tolak ukur seberapa sukses kalian dimasa depan. Buktinya Mba Marchella sukses saat ini dan kata-kata itu cuma jadi bahan yang justru memotivasi beliau.
Benar yang mba Marchella katakan biarlah : "Senang jadi Milik banyak raga soal sedih tak perlu dibagi rata." Kita gak perlu membagikan kesedihan kita pada banyak orang cukuplah buat diri kita, dan Tuhan Yang Maha Esa yg lebih berhak tau. Gak semua kisah sedihmu itu bisa diterima banyak raga, ada pula orang yg diceritakan kisah sedih malah baper dan ikut terbawa suasana malahan jadi sedih nantinya. Yakin mau membebani orang lain dari kesedihan diri kitaa?? Kalo ya silahkan, tapi lebih baik tinggalkan. Biarlah kita tetap menjadi pemanis hubungan yg selalu hadir dengan kesahajaan bukan penderitaan.
Tapi jika teman terdekatmu, sahabat atau kerabat memang mau mendengarkan dan siap menjadi telinga dan tempat menuangkan emosimu silahkan lanjutkan agar kamu merasa tak sendirian.
Tulisan berikutnya yang masih berkaitan : "Hari ini mendung, tapi tenang sampaikan kalau disini cerah. Agar mereka tidak banyak tanya dan mau tau yg bukan urusannya."
Terkadang mulut netizen-netizenah memang suka asal jeplak, kekepoan mereka lebih mendalam daripada introgasi polisi pada tersangka kejahatan. Tapi gak semua netizen bakal maksa kamu buat menceritakan kemendungan harimu. Hanya cukup tau kamu sedang tak baik baik saja, dan menunggu kamu siap menceritakannya.
Ada hal menarik lainnya, yang mungkin gk dirasa penulis saja. Kita pasti pernah berpikir egois karena selalu menjadi yg kesekian, atau mau didengarkan, mau memikirkan diri sendiri saja barang sehari, ingin meminta hal yang belum diinginkan dan lainnya. Meski egois itu hanya sehari saja dan keesokan pagi seisi bumi lupa. Penulis menggambarkan bagaimaba keadaan dirinya saat egois sedang hinggap dan mencoba memberontak.
Bukan kita harus mengikuti hal yang sama atau bahkan menjalankan hidup seegois seperti dalam tulisan buku ini. Tetapi menjadi gambaran saja biar kita tau ternyata ada yang memiliki perasaan serupa dengan kita dan Mba Marchella lebih dulu dibanding kita yang saat ini berada di titik kejenuhan dan kerisauan semester akhir. Semangatt✊🏻. Egoislah jika hanya kamu manusia satu-satunya di bumi ini.
Buat perempuan dengan kebaperan tingkat tinggi. Ada tulisan menarik yang memang benar adanya.
Katanya : " JANGAN TERLALU PERASA!."
"Keras ucap di telinga, Jangan Terlalu Perasa. Tenang, tak terucap pun terdengar. Dia benar, saya terlakg perasa."
Kalo kamu pernah tes bakat atau kepribadian, ada yg namanya feeling introvert or feeling ekstovert. Kamu harus hati-hari berarti kamu ada celah untuk menjadi perasa hehehe. Karena kamu memang seorang perasa, maka kamu harus hati-hati menghadapi situasi. Gak semua bisa dimasukkan dengan rasa. Apalagi jika ada lelaki yg menaruh perhatian, jangan mudah merasa karena perhatian bukan tolak ukur rasanya ada untuk kita.
Kalau dy cepat balas pesan mu bukan berarti juga dy ada rasa, mungkin memang dy sedang ingin bertukar kabar.
Ingat !
Dy menulis dengan kata dan kamu membaca jangan dengan rasa, biasa saja agar tak mudah menjatuhkan rasa yang bisa berakhir nestapa.
Setelah kita terbiasa bersikap dengan biasa biasa saja bertahan dengan posisi yang tenang, pasti kita akan menjadi terbiasa biasa.
Kita sering keliru dalam menyimpan dan melepaskan.
"Melepaskan yg jadi energi pagi. Menyimpan yang jadi pematah hati."
Tolong, sudahi agar hati tak akan kecewa lagi.
Benar katanya, "Pengalaman adalah guru terbaik Kehidupan." Dan buku ini menjadi guru terbaik dalam menyikapi kekecewaan, kegalauan, keegoisan, amarah dan sakit hati. atau sekedar mengetahui rasa yg pernah ada dari Mba Marchella FP sebelum menjadi setegar dan sekuat saat ini, bahwa setiap orang pernah memiliki titik terendah dalam diri. Buku ini bisa jadi antisipasi agar ketika dihadapkan pada situasi sulit nanti kita sudah bisa menggambarkan jalan yang akan kita lalui. Diam menerima kesulitan tanpa bertindak, atau menerima takdir dan merubah menjadi kebahagiaan. 😇
#Semangat
#KamuMemangBanyakBercanda
#TapiKamuBukanOrangBiasa
#KamuLuarBiasaBagidirimu.

Kereennnn
BalasHapus