Projek Literasi



MY PROJEK
 One Month One Book and One Resume (OMOBOR)

       Cerita sedikit😻 jadi setelah acara SPC di Yogyakarta, saya menyusun projek untuk meningkatkan jiwa literasi saya yang masih amat kurang, hingga terbentuklah suatu program yang mana setiap satu bulan sekali minimal baca 1 buku dan resume bukuyang sudah dibaca. Harusnya sudah mulai posting dari Agustus, akan tetapi karena malas mencatat akhirnya belum ditulis, buku bacaan yg pertama saya baca adalah buku karya anak STAN PKN bintaro. Dengan judul "Bintaro Spring Tide". Buku resume ini adalah buku ketiga yang saya baca setelah menyusun program.

(Karya: TERE LIYE)
• Judul Buku: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
• Cetakan ke-25 :juni 2016
• Tebal : 264 halaman
• Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Ilmu


  • Resume Buku


    Awal membaca buku ini kita akan disuguhkan dengan sedikit kebingungan cerita karena alur yg digunakan sepertinya maju mundur dan maju lagi. Pembaca akan sedikit banyak mengernyitkan alis di awal-awal membaca. Akan tetapi ketika sudah mulai asik menikmati setiap halaman demi halaman pembaca akan mengerti jalan ceritanya. Cerita percintaan seorang anak gadis yang belum mengerti apa itu cemburu hingga ia berjanji pada diri sendiri untuk terus mengikuti setiap perintah dari sang Malaikat yang telah menjadi perantara Tuhan mengubah keadaan buruk keluarganya. 
    Tania, mana gadis yang kian hari, bulan hingga bertahun-tahun tumbuh menjadi gadis dewasa yang makin mengerti arti cinta yang ia rasakan pada sosok Malaikat tersebut. Dan bingung tindakan apa yang harus diperbuatnya, apalagi di sesi-sesi akhir cerita Mas Danar (Malaikat) tersebut ternyata telah menikah. Semakin membuat Tania kelimpungan harus bersikap seperti apa. Kata-kata yang terucap dan dimengerti bahwa :"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin" kata-kata tersebut nampaknya sangat pas di katakan pada Tania dan Dede (adik Tania) ketika kehilangan sosok ibu yang begitu dicintainya. Karena mengikhlaskan jaug lebih baik dibanding menyesali. Begitupun akhir percintaan Tania tidak seperti apa yg dibayangkannya selama ini, bahwa mencintai tak harus memiliki bukan.
     Perjuangan Tania yang sangat luar biasa mampu menjadi pembelajaran amat berharga bagi generasi muda, terlepas itu kisah nyata atau tidak. Bahwa takdir buruk kelak ada ujungnya berakhir jika kita mau berusaha. Allah tidak akan merubah nasib seorang hamba jika ia tak mau berusaha mengubahnya. Tania dan dede pengamen kecil nan kumuh yang tinggal dirumah kardus berhasil sukses menjadi anak yang  pintar dan membanggakan. 
    Maa syaa Allah benar-benar menjadi pembelajaran luar biasa. 

#bacayuk
#Semangatmenulis
#Gurujanganmalasbaca
#Bismillahprojeksukses

Komentar